Berita  

Penanaman Ribuan Bibit di DAS Gunung Sari, Menyatukan Konservasi Lingkungan dan Harapan Ekonomi Warga

Wartanet.cloud Bondowoso Kamis 22 Januari 2026: Kerusakan lingkungan, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), kerap menjadi persoalan laten yang dampaknya baru terasa ketika bencana datang. Erosi, pendangkalan sungai, hingga menurunnya kualitas tanah menjadi konsekuensi dari berkurangnya tutupan vegetasi. Dalam kondisi demikian, kegiatan penanaman tanaman keras di kawasan DAS Desa Gunung Sari menjadi langkah nyata yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Tanaman keras yang dipilih dalam kegiatan ini, seperti mahoni dan alpukat, memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pemilihan bibit dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian biofisik lahan serta kemampuan adaptasi terhadap lingkungan setempat. Hal ini penting agar tanaman yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi mampu bertahan dan memberikan fungsi ekologis yang optimal dalam jangka panjang.

Mahoni dikenal sebagai tanaman konservasi yang efektif dalam meningkatkan penutupan vegetasi dan memperbaiki struktur tanah. Sistem perakarannya yang kuat mampu menahan laju erosi, terutama di kawasan sepanjang aliran sungai yang rentan terhadap degradasi. Sementara itu, alpukat dipilih karena selain berfungsi ekologis, tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat ketika memasuki masa produktif.

Penanaman sebanyak 2.000 bibit di sepanjang area aliran sungai Desa Gunung Sari menjadi simbol komitmen serius dalam upaya rehabilitasi lahan kritis. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan, tetapi juga memperkuat fungsi lindung DAS sebagai penyangga keseimbangan tata air. Dengan meningkatnya tutupan vegetasi, diharapkan daya serap air tanah semakin baik, risiko banjir dapat ditekan, serta kualitas lingkungan secara keseluruhan mengalami perbaikan.

Dari sudut pandang sosial-ekonomi, kegiatan ini membawa pesan penting bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tanaman alpukat, misalnya, diharapkan kelak menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut memiliki kepentingan langsung untuk menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam.

Baca Juga:  Warga Wringinanom Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Khidmat

Perhutani KPH Bondowoso bersama para pemangku kepentingan menunjukkan komitmen bahwa pengelolaan sumber daya hutan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi agar pengelolaan hutan benar-benar berkelanjutan. Kegiatan penanaman ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kesadaran bersama akan nilai strategis kawasan DAS.

Keterangan Fhoto: Penanaman Ribuan Bibit di DAS Gunung Sari, Menyatukan Konservasi Lingkungan dan Harapan Ekonomi Warga

Pada akhirnya, penanaman ribuan bibit di Desa Gunung Sari bukan sekadar kegiatan tanam pohon, melainkan investasi lingkungan untuk masa depan. Jika dikelola dan dirawat secara konsisten, kawasan ini berpotensi menjadi contoh keberhasilan rehabilitasi lahan kritis yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta generasi mendatang.

(Red/Tim-Biro Siti Jenar Group Multimedia)