Suami Bejat Ini Bunuh Istrinya Dengan Keji Lalu Membuang Mayatnya Dipinggiran Hutan Tampora Banyuglugur

Wartanet.cloud – Peristiwa penemuan jasad seorang bidan di kawasan Jalan Raya Pantura Kalianget–Tampora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Sabtu (6/6/2026) malam, menggegerkan masyarakat Situbondo bagian barat. Korban diketahui merupakan seorang tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Besuki.

Keterangan fhoto: Bidan RSUD Besuki Tewas di Pantura Tampora, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan oleh Suaminya Sendiri

Korban bernama Murtafia Rafika Devi Febrina (34), warga Dusun Bletok Kidul, Desa Bletok, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Jasad korban ditemukan di saluran air yang berada di tepi jalan nasional kawasan Kalianget–Tampora.

Informasi mengenai penemuan jasad tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Banyak warga yang mengaku terkejut setelah mengetahui identitas korban yang selama ini dikenal sebagai tenaga kesehatan yang aktif menjalankan tugasnya di RSUD Besuki.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas kemudian melakukan pengamanan lokasi dan melakukan serangkaian tindakan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Proses identifikasi yang dilakukan petugas memastikan bahwa korban adalah Murtafia Rafika Devi Febrina. Identitas tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat berkembang setelah jasad korban ditemukan di lokasi kejadian.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa korban merupakan korban pembunuhan. Dugaan tersebut semakin menguat setelah beredar informasi bahwa suami korban diduga terlibat dalam peristiwa yang merenggut nyawa korban.

Terduga pelaku diketahui bernama Riski, seorang pedagang mie yang sehari-hari berjualan di kawasan Kampung Arab Besuki. Berdasarkan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan dikabarkan telah menyerahkan diri kepada aparat kepolisian tidak lama setelah kejadian berlangsung.

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Baca Juga:  Kekerasan Beruntun Guncang Besuki Situbondo, Konflik Rumah Tangga Meluas Lukai Warga

Di lokasi kejadian, Tim Inafis bersama anggota Satreskrim Polres Situbondo melakukan olah tempat kejadian perkara secara intensif. Petugas memeriksa area sekitar lokasi penemuan korban dan mengumpulkan berbagai petunjuk yang dapat membantu proses penyidikan.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara yang sedang ditangani penyidik.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Besuki guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban sekaligus melengkapi kebutuhan penyidikan.

Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, S.H., membenarkan adanya penemuan jasad perempuan di wilayah hukumnya.

“Betul, saat ini baru selesai olah TKP,” ujar AKP Teguh Santoso saat dikonfirmasi.

Sampai saat ini, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut. Penyidik masih fokus melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta yang ditemukan selama proses penyelidikan berlangsung.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media, korban dan terduga pelaku diketahui telah memiliki dua orang anak. Fakta tersebut menambah keprihatinan masyarakat atas peristiwa yang terjadi.

Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap seluruh fakta yang melatarbelakanginya. Masyarakat juga berharap proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Keterangan fhoto: Satreskrim Polres Situbondo mengamankan pelaku dugaan Pembunuhan yang terjadi di wilayah Kecamatan Banyuglugur
hasil pemeriksaan sementara terungkap motif dugaan pembunuhan dilatarbelakangi rasa cemburu namun masih didalami kemungkinan motif lainnya. 

Hingga berita ini ditulis, penyidik Polres Situbondo masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mengumpulkan alat bukti, serta menyusun kronologi lengkap kejadian guna mengungkap motif sebenarnya di balik kematian Murtafia Rafika Devi Febrina.

Dugaan sementara Riski mengaku tega membunuh istrinya sendiri secara keji gegara sakit hati karena istrinya mempunyai hubungan dengan orang lain. Namun polisi tidak langsung mempercayai pengakuan tersangka Riski dan sampai dengan saat ini pemeriksaan terhadap Riski masih terus dilakukan oleh penyidik tindak pidana umum Polres Situbondo.

Baca Juga:  Ketika Proyek Menjadi Ritual Kekuasaan: Korupsi Jasa Konstruksi dan Normalisasi Penjarahan Uang Negara dan Hak Rakyat

Kasus yang terjadi di kawasan Pantura Tampora tersebut kini menjadi perhatian luas masyarakat Situbondo. Publik menunggu perkembangan hasil penyidikan kepolisian serta berharap perkara ini dapat diungkap secara terang dan tuntas.

Tampang Fhoto Terduga Pelaku (Risky) Pria yang beralamat di Dusun Kauman Timur Desa Besuki Kecamatan Besuki.

Berita ini merupakan hasil penelusuran, pengumpulan data lapangan, dan peliputan yang dilakukan oleh tim awak media yang tergabung dalam PT SITI JENAR GROUP MULTIMEDIA.

(Red/Tim Biro Investigasi PT SITI JENAR GROUP MULTIMEDIA)