Transformasi Gunung Sampan: Mungkinkah Menjadi Burnik City Berikutnya?

Burnik City
Gambar Ilustrasi

Situbondo, 24 Juni 2025 Lokalisasi Gunung Sampan, yang terletak di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, terus menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat. Keberadaannya memicu polemik, baik dari sisi sosial maupun moral. Banyak pihak kini mulai membandingkan Gunung Sampan dengan Burnik City, bekas lokalisasi di Situbondo yang telah berhasil bertransformasi menjadi pusat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sukses.

Burnik Cityi, yang dulunya dikenal sebagai salah satu lokalisasi di Kelurahan Dawuan, merupakan contoh nyata keberhasilan transformasi sebuah kawasan yang sarat stigma menjadi pusat ekonomi kreatif. Setelah melalui proses panjang yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Burnik City ditutup dan diubah menjadi pusat UMKM. Kini, kawasan itu menjadi destinasi wisata ekonomi, dengan berbagai usaha kuliner khas Situbondo dan produk kerajinan tangan yang mendukung perekonomian lokal.

Transformasi ini tidak hanya mengubah wajah kawasan tersebut, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat. Burnik Cityi kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis komunitas, sekaligus contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Berbeda dengan Gunung Sampan Yang hingga kini Gunung Sampan masih beroperasi sebagai lokalisasi yang ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun dari luar daerah. Keberadaannya menjadi sumber penghidupan bagi banyak pihak, seperti pekerja seks komersial (PSK), pemilik warung, hingga penyedia jasa transportasi. Namun, di sisi lain, keberadaan Gunung Sampan menuai kritik keras dari masyarakat yang menganggapnya bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral, terutama mengingat kawasan ini berada di wilayah yang dikenal religius.

Desakan untuk menutup dan mengubah fungsi lokalisasi ini semakin menguat. Tokoh agama dan masyarakat menilai bahwa Gunung Sampan dapat mengikuti jejak Burnik City jika ada keseriusan dari pemerintah daerah dan dukungan penuh dari berbagai pihak.

Baca Juga:  Besuki Diguncang Tragedi, Satu Keluarga Tewas di Desa Demung dan Warga Diliputi Ketakutan

Meski transformasi Gunung Sampan menjadi sentra UMKM yang produktif bukanlah hal yang mustahil, tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan.
Masyarakat Situbondo kini menanti langkah nyata dari pemerintah daerah. Transformasi Gunung Sampan menjadi kawasan yang lebih produktif dan bermartabat seperti Burnik City adalah harapan besar yang dapat diwujudkan dengan kerja sama dan komitmen semua pihak. Proses ini memang memerlukan waktu, tetapi sejarah telah menunjukkan bahwa perubahan menuju kebaikan selalu mungkin dilakukan.

Akankah Gunung Sampan menjadi Burnik City berikutnya? Jawaban dari pertanyaan ini ada di tangan pemimpin daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Situbondo. Dengan tekad dan kerja keras, masa depan lebih cerah bagi kawasan Gunung Sampan bukan sekadar mimpi, melainkan sebuah realitas yang dapat diraih. (HS)